Latest News

Unik, Gajah Ini Bisa Berbicara Bahasa Korea

Unik, Gajah Ini Bisa Berbicara Bahasa Korea - Seekor gajah di Korea Selatan ini tidak hanya memiliki polanya yang lucu, namun gajah jantan bernama Koshik, penghuni taman rekreasi di Korea Selatan ini juga bisa meniru ucapan manusia. Hewan mamalia bertubuh tambun bisa berbicara dan menyebut beberapa kata dalam bahasa Korea, seperti annyong (halo), anja (duduk), aniya (tidak), nuo (berbaring), and choah (baik).

Unik, Gajah Ini Bisa Berbicara Bahasa Korea 
(Koshik/Foto: Livescience)

"Beberapa dari kata tersebut diperintah (oleh pelatihnya), (sehingga) Koshik mempelajari bagaimana ia mengucap seperti kata berbaring dan duduk (dalam bahasa Korea) atau memberi umpan balik. Kami memiliki alasan untuk percaya bahwa Koshik memahami arti dari kata-kata ini," ujar profesor Cognitive Biology di University of Vienna, Tecumseh Fitch yang menulis studi tentang gajah di Current Biology, seperti dikutip Discovery, Jumat (2/11/2012).

Fitch mengatakan, ketika Koshik mengatakan kata-kata dalam bahasa Korea tersebut, gajah ini tampaknya tidak menganggap kata-kata tersebut sebagai perintah. "Ketika ia mengatakan kata berbaring, gajah ini tidak marah jika Anda tidak berbaring," tambahnya.

Melalui proses pengujian, Fitch dan rekannnya menggunakan berbagai cara yang berbeda untuk mengonfirmasi bahwa Koshik benar-benar meniru bahasa Korea. Peneliti pertama kali bertanya kepada orang Korea asli untuk menuliskan apa yang mereka dengar, ketika mendengarkan ulang suara gajah unik tersebut. Para pendengar tidak mengalami kesulitan dengan kata apa yang diucap oleh gajah tersebut. Para peneliti juga menggunakan analisis komputer untuk mempelajari struktur suara Koshik.

Hasil analisis menunjukkan, suara Koshik ternyata sempurna sesuai suara pelatih manusianya. "Dia (Koshik) menyuarakan suara itu dengan belalai dalam mulutnya. Secara jelas, modulasi saluran vokalnya sesuai dengan karakteristik dari pembicaraan manusia," tutur peneliti dari University of Vienna, Angela Stoeger-Horwath.
Angela mengatakan, ucapan manusia pada dasarnya memiliki dua aspek penting, pitch (nada) dan timbre (warna suara). "Koshik dapat mencocokkan keduanya," ungkapnya.

"Dia secara akurat meniru suara manusia serta suara pelatihnya. Ini luar biasa mengingat ukuran tubuhnya yang besar, saluran vokal yang panjang dan perbedaan anatomi lainnya antara gajah dan manusia," pungkasnya.(Okezone)